Twitter

Tuesday, April 3, 2012

Manado Today

Manado Today


Tahun ini, Serial Angry Birds Akan Muncul di Televisi

Posted: 03 Apr 2012 06:30 AM PDT

Angry Birds

Angry Birds telah diunduh lebih dari 700 juta kali

Siapa yang tidak kenal Angry Birds? tentunya kita semua pernah setidaknya sekali memainkan game dari para burung-burung pemarah ini, baik di PC maupun smartphone kita. Dan game paling populer ini akan muncul di layar televisi sebagai serial kartun mingguan akhir tahun ini.
Bahkan, sebuah film dari Angry Birds direncanakan akan dirilis pada tahun 2015 nanti.
Kepala Rovio animasi, Nick Dorra mengatakan pada konferensi pers di Cannes “Di masa depan, Angry Birds akan, lebih mengurangi katapelnya.’
Dia berjanji bahwa seri baru Angry Birds akan mengeksplorasi, ‘pikiran yang lebih dalam, perasaan yang lebih dalam dari para karakter, seperti mengapa mereka selalu marah?
Saat ini Angry Birds telah diunduh lebih dari 700 juta kali, dan orang Rovio sekarang diperkirakan senilai 5,6 miliar poundsterling (Rp 82,1 triliun) hanya dua tahun setelah permainan itu pertama kali diluncurkan.
Peter Vesterbacka, kepala pemasaran mengatakan Rovio adalah merek hiburan, bukan hanya sebuah perusahaan game.
“Kami ingin membuat Angry Birds bagian permanen dari budaya pop,” katanya, dengan membandingkan Angry Birds dengan Mario Bros dari Nintendo dan Hello Kitty dari Sanrio.

AS Bakal Gunakan Pesawat Mata-Mata Nuklir?

Posted: 03 Apr 2012 05:52 AM PDT

pesawat mata-mata as

Dengan menggunakan tenaga Nuklir, pesawat mata-mata dapat mengudara selama berbulan-bulan

Bertujuan membuat pesawat mata-mata tak berawak mengudara untuk jangka waktu yang lama, para ilmuwan AS dilaporkan sedang ‘bermain-main’ dengan ide untuk menggunakan tenaga nuklir.
Rencana untuk membuat armada pesawat mata-mata tenaga nuklir ini berasal dari Sandia National Laboratories, sebuah instansi Amerika untuk pengembangan nuklir, tetapi belum mencapai tahap pembangunan atau pengujian, menurut The Guardian.
“Penelitian tentang topik ini adalah sangat teoritis dan konseptual,” tutur seorang perwakilan Sandia.
“Ini hanya studi kelayakan pendahuluan dan tidak ada perangkat keras yang pernah dibangun atau diuji. Proyek ini telah berakhir,” tambahnya.
Menurut laporan, dengan menggunakan tenaga nuklir pesawat mata-mata akan cukup mempunyai tenaga untuk mengudara selama berbulan-bulan.
Walaupun mungkin terdengar seperti kemajuan teknologi yang menarik, tap tidak semua orang senang dengan gagasan itu.
Chris Coles dari Drone Wars Inggris, yang memerangi pengembangan pesawat mata-mata untuk pemerintah dan warga sipil, mengatakan kepada The Guardian bahwa ini merupakan prospek yang cukup mengerikan.
Coles mengatakan kendaraan udara tak berawak jauh lebih berbahaya daripada yang dikendalikan manusia, dan menambahkan nuklir bisa berujung pada bencana.

Pemanasan Global Ternyata Dimulai Lebih 100 Tahun Lalu

Posted: 03 Apr 2012 02:04 AM PDT

lautan

Pemanasan global ternyata sudah terjadi sejak akhir abad ke-19, jauh sebelum perkiraan sebelumnya yaitu tahun 1970-an

Secara luas diyakini bahwa pemanasan global dimulai pada 1970-an, tetapi pembacaan suhu laut yang baru menunjukkan bahwa pemanasan global sebenarnya telah menjadi jauh sebelumnya.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Scripps Institution of Oceanography di San Diego, menelusuri pemanasan laut pada akhir abad ke-19, yang kata peneliti berarti bahwa iklim bumi secara keseluruhan telah memanas sejak itu.
Laporan ini adalah perbandingan suhu global pertama antara pelayaran bersejarah HMS Challenger antara tahun 1872 dan 1876, dengan data modern yang diperoleh robot yang kini terus-menerus melaporkan suhu melalui program Argo global.
Penelitian yang dipimpin oleh ahli kelautan Dean Roemmich, menunjukkan peningkatan rata-rata 0,33 C (0,59 F) di bagian atas dari laut sampai kedalaman 700 meter.
Kenaikan terbesar adalah di permukaan laut, yaitu 59 C (1.1F), menurun menjadi 0,12 C (0,22 F) pada kedalaman 900 meter.
Para ilmuwan sebelumnya telah menetukan bahwa hampir 90 persen dari kelebihan panas yang ditambahkan ke sistem iklim bumi sejak 1960-an telah tersimpan di lautan.
“Arti penting dari studi ini tidak hanya perbedaan suhu yang menunjukkan pemanasan pada skala global yang kita lihat. Tetapi, bahwa besarnya perubahan suhu sejak tahun 1870-an,” kata Roemmich, co-chairman dari International Argo Steering Team.
Roemmich percaya temuan baru ini adalah sepotong dari teka-teki yang lebih besar untuk memahami iklim bumi, membantu para ilmuwan untuk memahami catatan dari kenaikan permukaan laut, karena ekspansi air laut akibat pemanasan adalah kontributor yang signifikan dengan peningkatan permukaan laut.
Diketahui, HMS Challenger adalah sebuah kapal perang bekas yang dimodifikasi untuk melakukan penelitian. Tugasnya mengumpulkan sampel kehidupan laut dan sedimen laut serta mengukur suhu laut.

Akibat Tak Punya Seragam Sekolah, Bocah Pakistan Bakar Diri

Posted: 02 Apr 2012 10:24 PM PDT

bakar diri

Kamran Khan (13) membakar dirinya karena orang tuanya tak mampu membelikan seragam sekolah yang baru

Seorang siswa sekolah asal Pakistan tewas setelah menyiram tubuhnya dengan bensin dan membakar dirinya, hanya karena keluarganya tidak mampu membelikannya seragam sekolah yang baru.
Kamran Khan adalah seorang siswa berprestasi, dan berhasil masuk sebuah sekolah swasta setempat secara gratis dengan beasiswa. Namun, siswa berusia 13 tahun tersebut malu orang tuanya tidak bisa menggantikan seragam sekolahnya yang usang dengan seragam baru.
Ketika orang tuanya menolak untuk membelikannya yang baru, Khan mengancam untuk melakukan bunuh diri sebelum menyiram tubuhnya dalam bensin dan membakar dirinya.
Khan menderita luka bakar lebih dari 65 persen dari tubuhnya, dan kemudian meninggal di rumah sakit akibat luka-lukanya.
Saudaranya Saleem Khan mengatakan bahwa Kamran tidak pernah minta apa-apa sebelumnya kepada orang tuanya. Tetapi selama beberapa hari ia memohon kepada orang tuanya untuk shalwar kameez putih baru, yaitu kemeja longgar dan celana yang dikenakan oleh pria dan wanita di Pakistan, setelah bergabung dengan sekolah.
Salim menceritakan bagaimana Kamran berdebat dengan ibunya yang kehilangan kesabarannya dan menampar anak itu, dan mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak mampu membelikan baju sekolah baru untuknya.
Kamran kemudian bergegas keluar dari rumah keluarganya di Shabqadar, sebuah kota berpenduduk 60.000 orang, sebelum menyiram dirinya dengan bensin dan membakar diri.
Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit militer di provinsi Punjab, tetapi keluarga tidak mampu membayar biaya pengobatannya sebesar 5.500 dolar (Rp 50 juta), sehingga Khan tidak mendapatkan perawatan yang ia butuhkan.
Menurut penuturan Salim, ayah mereka meminjam uang dari kerabat untuk membeli visa kerja ke Arab Saudi empat bulan lalu, namun belum berhasil menemukan pekerjaan di sana.
Dikutip dari Dailymail, Kamran biasanya mengelilingi jalanan di kampung halamannya untuk mencari potongan besi tua dan barang-barang lain yang bisa dijual untuk membuat uang tambahan untuk keluarga.
Menurut bank dunia, sekitar 60 persen dari 170 juta orang Pakistan tinggal di tingkat kemiskinan dengan penghasilan kurang dari 2 dolar per hari.
Biaya sekolah umum rata-rata hanya sekitar 2 dolar per bulan, tetapi ini sering dinilai terlalu banyak untuk warga Pakistan miskin dengan keluarga yang besar.

0 comments:

Post a Comment